Om Swastyastu,

Puji syukur kami panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat anugrah-Nya kami masih diberi kesempatan untuk menuangkan kisah-kisah kehidupan di masa lalu sehingga dapat diambil sebagai rujukan dalam penulisan buku ini, yang diharapkan akan dapat menjadi pedoman dalam menentukan apa yang terbaik hari ini dan hari-hari selanjutnya. Sembah sujud kepada semua leluhur Puri Agung Bangli dan penghormatan sedalam-dalamnya kepada para Pahlawan Pejuang Kemerdekaan RI, karena hanya berkat peninggalan dan petunjuk, baik itu berupa catatan, cerita lisan maupun peninggalan fisik, keluhurannya dapat dipetik sebagai contoh ataupun petunjuk yang dapat dijadikan sebagai pedoman ataupun penyingkap misteri yang ada di baliknya.

Ide penulisan sejarah perjuangan di Kabupaten Bangli telah tercetus sejak sebelum tahun 1986, karena minimnya data dan kendala teknis lainnya, usaha-usaha yang dirintis tersebut hanya terwujud dalam bentuk Rumusan Sejarah Singkat Perjuangan Masyarakat Bangli, yang kemudian diterbitkan dalam buku oleh Kantor Pengolahan Data Elektronik Kabupaten Dati II Bangli pada tahun 1999. Terbitan yang terdiri dari dua buku tersebut, memuat Sejarah Singkat Perjuangan Masyarakat Kabupaten Bangli, yang dilengkapi dengan daftar nama dan data keluarga pahlawan serta veteran pejuang kemerdekaan RI dalam revolusi fisik kemerdekaan sepanjang tahun 1945 -1949. Sesuai dengan judulnya tentang  sejarah singkat, tentu saja hanya memuat rangkuman kisah perjuangan secara umum tanpa menguraikannya secara mendalam. Mengingat hal itu, saat menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Bangli, ada semacam kekhawatiran di benak saya, bahwa kisah perjuangan yang tidak sedikit memakan korban itu akan tetap terkubur dan akhirnya lenyap ditelan jaman bersama perubahannya. Seandainya saya tidak melakukan sesuatu, rasanya ada beban dan dosa yang seolah terus menghantui, sehingga saya pun bertekad menuliskan semua kejadian yang tersimpan dalam ingatan, termasuk informasi yang saya dapat dan sudah dikonfirmasi kebenarannya dalam sebuah manuskrip.

Penulisan kisah yang mengandung nilai sejarah membutuhkan kecermatan dan kehati-hatian dalam menyeleksi serta menganalisa data yang ada. Hal ini menjadi semakin tidak mudah, sebab sebagian besar para pelaku sudah meninggal dunia. Hanya ada niatan luhur untuk dapat menyajikan kebenaran peristiwa secara utuh, yang melandasi penulisan buku ini. Banyak peristiwa dan pelaku yang tidak mungkin dapat ditampung semuanya, walaupun ada keinginan untuk menggali lebih dalam dan luas agar buku ini mendekati kesempurnaan. Untuk itu, apabila ada keluarga pelaku atau persitiwa yang layak dicatat terlewatkan dalam penulisan buku ini, kami mohon permaklumannya.

Sebagai pribadi yang sempat melakoni sebagian peristiwa yang tersaji dalam buku ini, disamping kedudukan saya sebagai ketua LVRI Kabupaten Bangli dan sekaligus sebagai salah satu penglingsir Puri Kilian – Puri Agung Bangli, maka saya sangat berbahagia atas terbitnya buku yang dapat saya sebutkan sebagai Purana ini. Selain berharap bahwa Purana ini dapat menjadi media yang menyajikan kisah luhur di balik terbangunnya Candi Pahlawan di Penglipuran dan Tugu Kapten TNI A.A. Gde Anom Mudita di Puri Kilian. Saya juga berharap sepatah-dua patah kata yang saya sampaikan ini, dapat menggugah semangat generasi penerus bangsa untuk mempelajari, memahami dan meneruskan nilai-nilai luhur yang menjadi warisan peradaban bangsa. Hal ini menjadi begitu penting, kerena ketika kita dihadapkan pada berbagai perubahan, gagasan dan kemajuan di segala bidang, apabila tidak dilandasi dengan keluhuran, maka akan dapat mengikis, bahkan mengaburkan jati diri sebagai bangsa yang adiluhung.

Atas nama keluarga, penghargaan yang setinggi-tingginya saya sampaikan kepada penulis, yang dengan tulus ikhlas menyediakan pemikiran, seluruh waktu dan tenaganya untuk mencari informasi, mengumpulkan data, menyeleksi dan merajut, serta menyajikan dalam wujud buku atau purane ini. Menyadari terbatasnya waktu, sarana, prasarana dan kondisi yang ada, kalau bukan Kehendak Ida Sang Hyang Widhi dan restu dari para Leluhur yang didukung tekad dan komitmen serta semangat tanpa menyerah dari penulis yang dibantu anggota timnya, terbitnya buku ini adalah suatu kemustahilan.

Sekali lagi, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat, baik secara langsung maupun tidak langsung dalam proses penulisan hingga penerbitan buku ini. Semoga buku Merdeka Seratus Persen ini selain menjadi pegangan khususnya bagi keluarga Puri Kilian, juga dapat melengkapi khazanah pustaka yang ada. Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa menganugrahkan jalan terang untuk kehidupan kita sebagai pibadi, masyarakat dan bangsa Indonesia yang kita cintai.

Om Santih, Santih, Santih, Om!

Bangli, 28 Oktober 2017

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here